T’sai Lun mencampur bubur dari serat-serat batang ganja dan serat batang murbei. Setelah diendapkan, serat-serat tersebut ternyata bercampur dan membuat jalinan yang saling mengikat dengan sendirinya. Setelah mengeras, campuran itu menjadi bentuk kertas pertama yang dapat ditulisi, tipis, dan ringan.
Ilmu pembuatan kertas mulai keluar dari tanah Cina ketika Dinasti Tang ditaklukan oleh kekhalifahan Abbasid pada perang “Talas” tahun 751 Masehi yang memperebutkan daerah sungai Syr Darya di Asia Tengah, tepatnya di daerah Kazakhstan, Uzbekistan, Tajikistan, dan Kyrgyztan. Tawanan dari Cina pada perang tersebut dibawa ke Samarkand dan dipaksa untuk membuka rahasia mengenai bahan dan proses pembuatan kertas.
Pada tahun 794, pabrik kertas pertama berdiri di Baghdad dan menyebar ke seluruh wilayah kekuasaan bangsa Arab. Berkat bangsa Arab pula akhirnya bangsa Eropa mengenal penemuan yang bernama kertas dengan bahan baku serat batang ganja, yaitu dengan didirikannya pabrik kertas pertama oleh orang Arab di Spanyol pada tahun 1151.







