Sebuah kesimpulan didapatkan setelah beberapa ilmuwan di Massey University di Selandia Baru, Murray Cox melakukan analisis DNA orang Indonesia dan Madagaskar (Malagasi). Cox mengambil sebanyak 2.745 DNA orang Indonesia yang berasal dari 12 kepulauan yang berbeda dan 266 Etnis Malagasi.
Penelitian memfokuskan pada DNA Mitokondria, jenis DNA yang terdapat di organel sel yang berfungsi menghasilkan energi. DNA ini diturunkan lewat ibu. Secara Arkeologis, kolonisasi oleh Indonesia ditemukan dengan adanya bukti Perahu, alat besi, alat musik, alat makan serta budi daya ubi jalar, pisang dan talas. Teori kolonisasi Madagaskar sebelumnya menyebutkan bahwa kolonisasi sangat terencana. Sebab, pulau tersebut cocok untuk pelabuhan dalam perdagangan jalur Afrika ke Eurasia.
Cox mengatakan bahwa Kolonisasi Madagaskar terjadi secar tidak sengaja, Hal ini terjadi sebab arus laut dan pola cuaca Monsun. Contohnya Pada masa Perang Dunia II, misalnya, bangkai kapal yang dibom di dekat Sumatera dan Jawa bisa terbawa hingga ke Madagaskar.
Menanggapi hasil penelitian ini, Matthew Hurles, peneliti dari Wellcome Trust Sanger Institute, mengakui adanya keterkaitan antara Indonesia dan Madagaskar.







