Sebuah buku yang bertajuk "Harta Amanah Soekarno" telah menjadi bedahan bagi Universitas Paramadina, bahkan banyak perdebatan yang muncul mengenai harta peninggalan Presiden RI pertama ini. Bedah buku itu dibahas oleh wartawan senior Budiarto Shambazy, peneliti senior LIPI Prof Dr Asvi Warman Adam, ahli komunikasi Effendi Gazali, serta Permadi.
Misteri terbesar dari Indonesia adalah, The Green Hilton Building Geneva Memorial Agreement, perjanjian ini ditanda tangai oleh 3 pemeran penting. Soekarno (Presiden RI), Jhon F Kennedy (Presiden AS) dan Saksi dari Bank Swiss William Vouker pada tanggal 14 November 1963 yang sampai sekarang masih menjadi sebuah misteri. AS setuju untuk mengakui bahwa kekayaan negara dalam bentuk emas yang jumlahnya 57 ribu ton emas berasal dari Indonesia. Dana dalam bentuk emas itu diklaim Bung Karno kepada Amerika sebagai harta rampasan perang.
Safari yang rakus akan segala macam bidang ilmu kembali bergelut mencari harta amanah Bung Karno itu. Bertemu dengan banyak orang yang mendukung dan mencemoohnya membuat dia semakin terlecut.
Pergulatan Safari selama kurang lebih 10 tahun itu kemudian dibukukan dalam sebuah buku berjudul 'Harta Amanah Soekarno'. Namun, dia mengaku tidak akan berhenti sampai di situ. Ke depan, dia berencana melakukan investigasi dan penelitian lagi untuk menelurkan sebuah tulisan berlanjut tentang pencapaiannya itu.







