Brazil yang waktu itu kalah dari Uruguay membuat seisi Stadion terdiam, bukan hanya kubu brazil namun kubu uruguay pun juga, pada saat itu seisi stadion menjadi sunyi seperti kesunyian yang menyesakan.

Presiden FIFA kala itu menyerahkan Trofy kepada uruguay tanpa podium dan bahkan seremoni pembagian medali dengan kesan sembunyi-sembunyi. Tangis di Maracana kian tragis usai Uruguay menerima trofi. Dua orang ditemukan tewas bunuh diri dengan meloncat dari atas tribun yang penuh sesak. Tiga orang yang meninggal karena serangan jantung. Petugas medis stadion mencatat ada 165 orang yang mereka rawat. Sebagian besar dari mereka pingsan karena histeris dengan kekalahan menyakitkan. Yang jatuh karena berdesakan di stadion tercatat hanya enam dan langsung dilarikan ke rumah sakit.

Duka yang berkepanjangan bagi rakyat Brazil, maka untung mengatasi itu semua dibutuhkanlah sebuah "kambing hitam" yang bisa dikorbankan. Amarah didada jutaan penduduk Brazil itu di arahkan kepada para Pemain, Tak heran setelah Piala Dunia itu pemain-pemain Selecao dikucilkan, sementara para pemain utama akhirnya pensiun diam-diam dari sepakbola.