Dalam kebudayaan Mesopotamia kuno para astrolog mereka menetaplan nama-nama hari dengan menggunakan nama-nama dewa yang mewakili hari-hari tersebut. Berabad-abad berlalu Bangsa Romawi dan Jerman mulai mengikuti cara mereka dan menggunakan nama-nama dewa dan norse yang masih hidup sampai sekarang.

Minggu (sunday- Sun's Day) adalah hari matahari, nama hari libur kepercayaan pagan Romawi. Sejak dulu, banyak masyarakat di dunia telah menyembah matahari dan dewa matahari (Ra). Senin (monday- monandeg) merupakan hari bulan berasal dari kebudayaan Anglo-Saxon. Pada hari ini orang memberi hormat pada dewi bulan. Selasa (Tuesday- Tiu/ Twia) adalah yang pertama diberi nama setelah dewa Jerman. Dewa perang langit dan dikaitkan dengan dewa Norse Tyr, yang adalah dewa pembela dalam mitologi Viking. Rabu (wednesday- Woden's Day) berarti hari Woden (kepersacayaan Norse, 'Odin'). Woden adalah penguasa kerajaan dewa, Asgard, dan mampu berubah bentuk menjadi apa saja. Kamis (thursday- Thor's Day), dinamai menurut dewa Norse dari petir dan kilat. Jumat (Friday- Freya),istri Woden yang merupakan dewi cinta kepercayaan Norse melambangkan perkawinan kesuburan. Dan Sabtu berasal dari (saturday- Saturn's Day), dewa Romawi lambang kekayaan.

Sedangkan Tujuh hari dalam seminggu bermula dari budaya Babilonia kumo sebelum tahun 600 SM, yang pada saat itu waktu ditandai dengan siklus bulan. Seribu tahun kemudian Kaisar mengubah Roma menjadi Nasrani dan mengubah pengertian hari-hari menurut Alkitab.